Katacyber.com | Meulaboh – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat melakukan penanganan darurat terhadap longsor yang terjadi di ruas jalan Jawi–Sipot, tepatnya di Gampong Lueng Baro, Kecamatan Sungai Mas.
Longsor tersebut mengakibatkan sebagian badan jalan terkikis dan nyaris putus sehingga mengancam akses transportasi warga di wilayah pedalaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, menjelaskan bahwa kerusakan pada ruas jalan tersebut cukup parah. Longsor yang terjadi sepanjang sekitar 35 meter membuat sebagian badan jalan tergerus dan berisiko terputus jika tidak segera ditangani.
“Longsor ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang kerap mengguyur kawasan tersebut, serta dampak bencana banjir besar yang terjadi pada November 2025 lalu. Akibatnya sebagian badan jalan terkikis dan kondisinya kini nyaris putus,” ujar Beni, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, ruas jalan Jawi–Sipot merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah desa serta menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antara Kecamatan Woyla dan Sungai Mas. Jika kerusakan terus meluas, dikhawatirkan konektivitas antarwilayah tersebut akan terganggu.
Sebagai langkah awal, tim PUPR Aceh Barat melakukan penanganan darurat dengan memperkuat sisi jalan yang longsor menggunakan batang kelapa sebagai penahan sementara. Selain itu, dilakukan pemotongan sebagian badan jalan untuk menambah lebar jalur, kemudian dilanjutkan dengan penimbunan material agar kendaraan roda empat dapat melintas dengan lebih aman.
“Kondisi lokasi cukup menantang karena badan jalan berada di antara jurang yang sangat terjal di sisi kiri dan kanan. Hal ini membuat proses penanganan membutuhkan kehati-hatian ekstra,” jelas Beni.
Meski demikian, tim di lapangan terus bekerja maksimal untuk menormalkan kembali akses jalan tersebut. PUPR Aceh Barat juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, agar proses penanganan dapat berjalan lancar.
Beni menyebutkan, upaya yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara untuk memastikan jalur tersebut tetap dapat digunakan oleh masyarakat. Ke depan, penanganan yang lebih permanen akan direncanakan agar kondisi jalan lebih aman dan tahan terhadap potensi longsor.
“Saat ini tim masih bekerja di lapangan dan kami optimistis dalam beberapa hari ke depan akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda empat dengan lebih nyaman,” katanya.
Ia juga mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, mengingat proses penanganan masih berlangsung dan kondisi medan cukup berisiko.
“Karena penanganannya masih darurat, kami meminta pengendara, khususnya mobil, untuk lebih waspada saat melintas di lokasi longsor,” tutup Beni. (*)



























































Leave a Review