Katacyber.com | Banda Aceh – Tiga hari perjalanan panjang ditempuh Yahdi Hasan untuk memastikan bantuan kemanusiaan tiba langsung kepada masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh. Mulai dari Banda Aceh, Pidie Jaya, Aceh Selatan, Subulussalam, hingga Aceh Tenggara, ia menembus jalur yang terputus, banjir yang meninggi, dan akses ekstrem demi memastikan masyarakat mendapat perhatian yang layak. Sabtu, (06/12/2025)
28 November, Perjalanan Yahdi dimulai dari Pidie Jaya. Saat hendak menembus jalur Pidie–Takengon, banjir menghadang dan memutus akses utama. Kondisi itu membuatnya harus mengambil keputusan cepat: memutar arah dan mencari jalur alternatif agar perjalanan tidak berhenti.
29 November, Yahdi bergerak melalui jalur selatan. Menembus Aceh Selatan hingga Subulussalam, ia tidak menghentikan langkah meski waktu dan tenaga terkuras. Jalur Tamiang menjadi pilihan supaya bantuan tetap bisa dibawa masuk ke Aceh Tenggara.
1 Desember, Setibanya di Aceh Tenggara, Yahdi langsung turun ke lokasi banjir di Kecamatan Ketambe. Ia menyalurkan sembako dan kebutuhan pokok untuk warga yang terdampak. Selain itu, Yahdi juga meninjau sekolah dan pesantren, termasuk Pesantren Badrul Ulum, yang ikut merasakan dampak bencana.
2 Desember, Yahdi melanjutkan perjalanan ke Bukit Tusam. Di sana, ia kembali menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang masih terdampak banjir. Kunjungannya bukan hanya membawa bantuan materi, tetapi juga penguatan moral bagi warga yang sedang berjuang melewati masa sulit.
Perjalanan tiga hari ini menegaskan satu hal: kepedulian bukan soal jarak yang ditempuh, tetapi tentang keberanian dan keikhlasan untuk hadir bagi sesama. Di tengah cuaca ekstrem dan akses sulit, Yahdi Hasan memilih untuk tidak berhenti, memastikan setiap bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.



























































Leave a Review