Katacyber.com | Sabang – Sertifikat wisata yang dikelola Dinas Pariwisata Kota Sabang terus memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga akhir September 2025, setoran dari penjualan sertifikat ini sudah mencapai Rp152,4 juta dengan total 7.620 lembar yang diterbitkan.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Sabang, Murdiana, mengatakan layanan sertifikat wisata tidak hanya dilakukan di kantor dinas, tetapi juga melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Langkah ini untuk memastikan wisatawan tetap terlayani, terutama di luar jam kerja.
“Sejauh ini setoran PAD dari sertifikat wisata Rp152.400.000 dengan jumlah penerbitan 7.620 lembar. Kami bekerja sama dengan dua pihak, yakni Toko Liberty dan mitra di Kilometer Nol,” kata Murdiana, Jumat (3/10/2025).
Menurutnya, kehadiran mitra membantu wisatawan yang datang pada akhir pekan atau hari libur. Dengan sistem tersebut, pembelian sertifikat bisa dilakukan langsung di lokasi strategis.
Selain menambah PAD, skema penerbitan sertifikat juga memberi keuntungan bagi pelaku usaha, karena mereka mendapatkan tambahan pendapatan dari selisih harga jual.
Pada tahun 2024 lalu, jumlah sertifikat yang diterbitkan mencapai 12.447 lembar dengan PAD sebesar Rp248.940.000. Sementara itu, target PAD dari sertifikat wisata untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp300 juta.
Layanan pembuatan sertifikat bisa dilakukan di Kantor Dinas Pariwisata Kota Sabang maupun melalui pihak ketiga. Harga di kantor dinas dipatok Rp20.000 per lembar, sedangkan di lokasi lain berkisar Rp28.000 hingga Rp30.000. Meski lebih tinggi, harga tersebut tetap dianggap terjangkau wisatawan sebagai souvenir khas dari Tugu Kilometer Nol.
Murdiana menegaskan seluruh sertifikat yang beredar resmi dan diawasi ketat. Setiap lembar sudah diporporasi, ditandatangani Wali Kota Sabang, serta distempel sebelum diedarkan.
“Kami tidak hanya ingin meningkatkan kunjungan wisatawan, tapi juga mendorong kontribusi PAD dari sektor pariwisata. Karena itu, promosi dan peningkatan fasilitas wisata akan terus kami lakukan,” pungkasnya.























































Leave a Review