Satu Hari, Dua Momentum: Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh Peringati Hari Lahir Pancasila dan Gelar Halal Bihalal Idul Adha

Dari halaman kantor yang khidmat menuju suasana silaturahmi yang hangat — dua momen bersejarah ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya dibangun oleh tugas, tetapi juga oleh nilai, persaudaraan, dan hati yang terus belajar untuk lebih baik.


Banda Aceh, 2 Juni 2026 | Humas Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh

BANDA ACEH — Keluarga besar Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh memulai bulan Juni 2026 dengan dua peristiwa bermakna dalam satu hari yang sama. Pada Selasa, 2 Juni 2026, seluruh jajaran aparatur mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang dilaksanakan di halaman kantor dengan tertib dan khidmat, sebelum kemudian bersama-sama merayakan Halal Bihalal Idul Adha 1446 H dalam suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh kebersamaan.

Dua momentum yang hadir dalam satu hari ini bukan sekadar kebetulan kalender. Keduanya membawa pesan yang saling melengkapi: Pancasila mengajarkan persatuan dalam keberagaman, sementara Idul Adha mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Bersama, keduanya mengingatkan bahwa pelayanan publik yang baik lahir dari jiwa yang kuat, tulus, dan saling menghargai.

DETAIL KEGIATAN UPACARA HARI LAHIR PANCASILA 2026

Hari / Tanggal

Selasa, 2 Juni 2026

Lokasi

Halaman Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh

Tema Nasional 2026

“Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia”

Inspektur Upacara

Irvandi Satria, S.SiT., QRMP. — Kepala Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh

Peserta Upacara

Seluruh jajaran aparatur Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh

Kegiatan Lanjutan

Halal Bihalal Idul Adha 1446 H bersama keluarga besar Kantah Banda Aceh

Suasana Pelaksanaan

Tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan

Upacara Khidmat di Bawah Pimpinan Kepala Kantor

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dilaksanakan di halaman Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh dengan Kepala Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh, Irvandi Satria, S.SiT., QRMP., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Seluruh peserta upacara berdiri tegap dalam barisan yang rapi, menyatukan sikap hormat di bawah kibaran Merah Putih sebagai simbol komitmen bersama terhadap nilai-nilai dasar negara yang telah mengantarkan bangsa ini melewati berbagai ujian zaman.

Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia” — sebuah tema yang menempatkan Pancasila bukan hanya sebagai warisan sejarah domestik, melainkan sebagai kontribusi nyata Indonesia bagi peradaban global. Tema ini relevan di tengah dinamika dunia yang terus bergerak dan tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.

Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Setiap prosesi — dari pengibaran bendera, pembacaan Pancasila, hingga mengheningkan cipta — dijalani dengan penuh penghayatan oleh seluruh peserta. Sebuah momen sederhana yang dalam, mengingatkan kembali mengapa institusi ini ada dan untuk siapa ia bekerja.

1 Juni: Tonggak Sejarah yang Terus Hidup

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni, mengacu pada tanggal bersejarah ketika Ir. Soekarno pertama kali menyampaikan gagasan tentang dasar negara Indonesia dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Sejak ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, peringatan ini menjadi momentum tahunan bagi seluruh komponen bangsa untuk merefleksikan kembali relevansi dan aktualisasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi aparatur negara seperti jajaran Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh, Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila. Ia adalah kompas moral yang seharusnya memandu setiap keputusan, setiap pelayanan, dan setiap sikap yang diambil dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Sila kelima — Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia — berbicara langsung kepada jantung dari misi pertanahan: memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, memiliki akses yang adil terhadap kepastian hak atas tanahnya.

Halal Bihalal: Keikhlasan Idul Adha dalam Kebersamaan

Usai upacara, keluarga besar Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh melangsungkan Halal Bihalal Idul Adha 1446 H. Berbeda dengan Halal Bihalal Idul Fitri yang umumnya lebih dikenal luas, silaturahmi dalam nuansa Idul Adha membawa pesan tersendiri: keikhlasan berkorban dan kepedulian terhadap sesama — nilai-nilai yang sangat relevan dengan semangat pelayanan publik.

Momen halal bihalal menjadi ruang bagi seluruh jajaran untuk saling memaafkan, mempererat hubungan antarkolega, dan mengingatkan satu sama lain bahwa di balik setiap tugas yang dikerjakan bersama, ada ikatan persaudaraan yang menjadi kekuatan sesungguhnya dari sebuah tim. Kehangatan silaturahmi itu bukan hanya ritual sosial — ia adalah fondasi psikologis dari produktivitas dan solidaritas kerja yang berkelanjutan.

Dua Nilai yang Menyatu dalam Satu Pengabdian

Pancasila dan Idul Adha berbicara dalam bahasa yang berbeda, namun keduanya menunjuk ke arah yang sama: manusia yang berkarakter, institusi yang berintegritas, dan pelayanan yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh memaknai dua momentum ini bukan sebagai seremoni yang berlalu seiring hari berganti, melainkan sebagai pengisian ulang semangat yang akan terus terbawa dalam setiap hari kerja ke depan.

Semangat Pancasila yang mempersatukan akan terus tercermin dalam kerja lintas seksi yang kompak dan saling mendukung. Semangat Idul Adha yang mengutamakan keikhlasan akan terus hadir dalam pelayanan yang tulus kepada masyarakat — tanpa pamrih, tanpa diskriminasi, dan tanpa syarat.

“Pelayanan yang baik lahir dari jiwa yang kuat, tulus, dan saling menghargai. Itulah warisan Pancasila dan semangat Idul Adha yang kami bawa dalam setiap hari kerja.”

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi