Pasar Kalangan Sabtu Kayuagung Mulai Bergeliat, Pedagang Sambut Harapan Baru di Era Muchendi

Foto: Wabup OKI, Supriyanto, SH. Meninjau langsung situasi dan kondisi Pasar Kayuagung. Sabtu (26/07/2025).

Katacyber.com | Kayuagung — Pasca pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki Supriyanto resmi menjabat sebagai Bupati OKI periode 2025–2030. Kemenangan ini membawa harapan baru, terutama bagi para pelaku ekonomi rakyat, termasuk pedagang pasar tradisional di wilayah OKI.

Salah satu bentuk harapan tersebut datang dari Pasar Kayuagung, khususnya pada kegiatan Pasar Kalangan Sabtu, sebuah tradisi pasar mingguan yang telah menjadi budaya turun-temurun. Kegiatan ini sempat terhenti sejak tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, menyusul kebijakan pemerintah yang melarang kerumunan demi mencegah penyebaran virus.

Kini, di era kepemimpinan baru, geliat pasar kalangan mulai tampak kembali. Janji kampanye Bupati Muchendi untuk menghidupkan kembali Pasar Kalangan Sabtu mendapat sambutan positif dari para pedagang. Dinas Perdagangan OKI, sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah, juga telah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap tata kelola pasar Kayuagung.

“Kami menyambut baik niat Bupati untuk mengaktifkan kembali pasar kalangan. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga bagian dari budaya masyarakat OKI,” ujar Kepala Dinas Perdagangan OKI, Ir. Sahrul, M.Si, saat meninjau Pasar Kayuagung bersama Wakil Bupati OKI, Supriyanto, SH. Sabtu (26/07/2025).

Ket. Foto: Wabub OKI dan Kadis Perdagangan OKI Meninjau kepasar Kayuagung. Sabtu (26/07/2025).

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, SH juga menegaskan bahwa aspirasi pedagang telah diterima dan ditindaklanjuti. “Kami telah mendengar langsung keluhan dari DPD APPSI OKI. Insya Allah, dalam waktu dekat akan dilakukan penataan dan perbaikan pasar agar lebih tertib, nyaman, dan layak bagi pedagang maupun pengunjung,” jelasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan peningkatan aktivitas setiap hari Sabtu. Pedagang dari berbagai desa dan kecamatan mulai kembali berdatangan, membawa hasil bumi, bahan pokok, hingga kebutuhan sandang. Harga yang lebih murah dan suasana khas pasar tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Namun demikian, Ketua DPD APPSI OKI, Yarlis, mengingatkan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum mengeluarkan keputusan resmi terkait pembukaan kembali pasar kalangan.

“Masih dibutuhkan kajian, koordinasi, dan penataan menyeluruh agar pelaksanaan pasar kalangan tidak menimbulkan dampak negatif seperti kemacetan atau masalah kebersihan,” tegas Yarlis.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan pasar kalangan ke depan harus lebih profesional dan terorganisir. Pedagang diharapkan mematuhi aturan yang ditetapkan agar keberadaan pasar kalangan tidak mengganggu pedagang tetap maupun aktivitas masyarakat sekitar.

“Kita ingin pasar kalangan ini kembali hidup, tapi dengan tertib, bersih, dan memberi manfaat bagi semua pihak. Diperlukan sinergi antara pedagang, pengelola pasar, dan pemerintah daerah agar tidak terulang kekacauan seperti masa lalu,” pungkasnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi