Oleh: Sovia Cahya
Mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Samudra
Desa Raja Tuha, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Genangan air yang membawa lumpur pekat tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas umum seperti kantor desa, sekolah, masjid, polindes, meunasah dan lain-lainya. Meski air telah surut, sisa lumpur dan aroma tak sedap masih menjadi pengingat akan peristiwa yang meninggalkan luka fisik sekaligus batin bagi masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran mahasiswa KKN Kemanusiaan menjadi secercah harapan. Penanggung jawab (PJ) Datok dan Ketua Pemuda Desa Raja Tuha menyambut kedatangan mahasiswa dengan penuh kehangatan dan rasa bahagia. Mereka menilai kolaborasi ini bukan sekadar program kampus, melainkan wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap masyarakat yang sedang bangkit dari keterpurukan.

Mahasiswa yang tergabung dalam KKN Kemanusiaan ini merupakan kolaborasi lintas kampus antara Universitas Samudra, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Perpaduan latar belakang dan disiplin ilmu yang berbeda menjadikan program ini lebih kaya gagasan serta kuat dalam pelaksanaan. Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam setiap kegiatan yang dijalankan di Desa Raja Tuha.
Sesuai kebijakan pihak kampus, program utama difokuskan pada tiga bidang, yakni pembersihan lokasi terdampak banjir, penyelenggaraan pendidikan, dan pendampingan psikososial. Pada tahap awal, mahasiswa bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan fasilitas umum. Kantor Desa, Kantor PKK, Polindes, serta rehabilitasi Meunasah menjadi prioritas. Lumpur tebal yang mengendap hingga menimbulkan bau menyengat dibersihkan secara bertahap. Barang-barang PKK yang kotor dan rusak akibat banjir juga dibongkar, di bersihkan dan dipilah agar dapat kembali digunakan.

Tidak hanya itu, mahasiswa KKN Kemanusiaan Kelompok 6 Desa Raja Tuha juga melakukan eksperimen penjernihan air sederhana di SD Negeri Raja Tuha. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa tentang cara memanfaatkan bahan-bahan mudah ditemukan seperti pasir, arang, serabut dan kerikil untuk menyaring air keruh menjadi lebih jernih dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Meski sederhana, inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif ketika kondisi air bersih terbatas pascabencana.

Di bidang pendidikan, mahasiswa menghadirkan Ruang Belajar Bersama yang dilaksanakan setiap sore pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Ruang ini menjadi wadah anak-anak untuk belajar sekaligus bermain dalam suasana yang menyenangkan. Mereka dibimbing mengerjakan tugas sekolah, membaca, hingga mengikuti permainan edukatif yang melatih kreativitas dan kerja sama.
Kolaborasi senam bersama dan kegiatan trauma healing juga dilaksanakan di SD Negeri Raja Tuha, bekerja sama antara Kelompok 6 Desa Raja Tuha dan Kelompok 3 Desa Tanjung Neraca. Kegiatan berupa senam pagi, permainan kelompok, ice breaking, dan aktivitas kreatif terbukti mampu mengembalikan senyum anak-anak. Kepala sekolah SD Negeri Raja Tuha, Ibu Wiwik Kalsum, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan rasa senangnya karena anak-anak yang sempat trauma melihat rumah terendam banjir kini perlahan kembali ceria dan bersemangat mengikuti aktivitas sekolah.

Mahasiswa juga turut membantu proses belajar mengajar di sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Kehadiran mereka memberi warna baru dalam pembelajaran. Anak-anak menjadi lebih antusias, berani bertanya, dan aktif berpartisipasi di kelas. Tidak hanya berfokus pada anak-anak, mahasiswa juga menjalankan program psikososial dengan menyapa dan berdialog bersama remaja, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga para lansia. Interaksi ini membangun kedekatan emosional dan memperkuat rasa kebersamaan.
Antusiasme warga terlihat dari berbagai kegiatan desa yang selalu melibatkan mahasiswa KKN. Undangan menghadiri acara-acara desa menjadi bukti bahwa kehadiran mereka diterima dengan baik sebagai bagian dari keluarga besar Desa Raja Tuha.
Selain itu, kami juga mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Dr. Basyarudin Acha, S.Pd., M.Pd., AIFO, atau yang akrab disapa Pak Acha. Beliau membimbing dua kelompok Mahasiswa KKN Kemanusiaan sekaligus, yaitu kelompok Desa Raja Tuha dan Tanjung Neraca. Meski memegang tanggung jawab ganda, Pak Acha sangat menjunjung tinggi keadilan, terutama dalam hal intensitas kunjungan. Kehadiran beliau di lokasi sangat sering dan sulit terhitung, menunjukkan perhatian yang luar biasa terhadap para mahasiswanya.

Menjelang akhir masa pengabdian, mahasiswa mengadakan lomba menempel gambar menggunakan plastik bekas dan kertas origami sebagai pengganti cat. Kreativitas ini lahir dari keterbatasan alat, namun justru menghadirkan semangat baru. Anak-anak mengikuti lomba dengan penuh keceriaan, terlebih ketika hadiah sederhana dibagikan sebagai bentuk apresiasi.
Merangkai asa di tengah pemulihan bukanlah perkara mudah. Namun melalui kolaborasi, kepedulian, dan kerja nyata, mahasiswa KKN Kemanusiaan bersama masyarakat Desa Raja Tuha telah menuliskan cerita tentang bangkitnya harapan. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari proses panjang rehabilitasi dan pemulihan, serta meninggalkan jejak kebaikan yang terus dikenang di hati masyarakat.
























































Leave a Review