Katacyber.com | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Pimpinan Pusat Prabowo Gibran Experience (DPP PGX) menyayangkan pemberitaan yang bersifat penghakiman sepihak oleh salah satu media nasional yang mengaitkan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad.
“Kita semua tentu menghormati kemerdekaan Pers yang sudah dijamin konstitusi, namun jelas pemberitaan tersebut juga harus sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik agar menjadi panduan media dalam memproduksi berita. Jangan sampai berita yang diproduksi tercipta karena kebencian dan bertujuan merusak nama baik,” ujar Faisal kepada media ini. Selasa (8/4/2025).
Faisal dalam menanggapi pemberitaan media berjudul “Pengusaha dan Politikus Pengendali Judi Online di Kamboja” yang diterbitkan Tempo pada Minggu (6/4), merupakan pemberitaan tanpa disertai bukti data dan fakta yang kredibel dan bersifat rumor atau desas-desus semata.
“Media harusnya memegang prinsip uji informasi, keberimbangan, dan tidak mencampurkan fakta dengan opini yang menghakimi,” tegasnya.
Di tahun 2003, lanjut dia, media tersebut juga pernah dinyatakan bersalah dan mengganti rugi ratusan juta gara-gara menyinggung salah satu nama pengusaha tanah air.
“Apakah kali ini juga tidak lagi menjalankan kaidah-kaidah jurnalistik? Saya yakin ini hanya didasarkan halusinasi dan tanpa konfirmasi ke Pak Dasco,” ungkapnya.
Sementara menjawab soal keterlibatan Dasco dengan Golden Oasis yang disebut pengendali judi online, faisal menerangkan bahwa hal tersebut terjadi sebatas hubungan bisnis di masa lalu. Tepatnya saat Dasco menjadi komisaris di MNC, sementara hubungan bisnisnya sebatas properti secara legal.
“Kalau itu bisnisnya ilegal atau bisnis kasino, untuk apa Pak Dasco menuliskan hal itu di CV beliau. Jadi, berita ini benar-benar mencederai nama baik Pak Dasco,” kata Faisal.
Terakhir Sekjen PGX tersebut meminta media tersebut untuk melakukan klarifikasi. Jangan sampai simpang siur berita tersebut menimbulkan gejolak besar dimasa mendatang dengan pemberitaan berbasis rumor dan desas-desus tersebut yang sifatnya halusinasi apalagi dengan narasumber imajiner dan tidak berimbang.























































Leave a Review