Katacyber.com | Sabang – DPRK Sabang menilai kehadiran penerbangan perintis rute Sabang – Banda Aceh menjadi langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas serta memangkas waktu tempuh bagi masyarakat dan wisatawan.
Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arrahman, mengatakan transportasi udara tersebut memberikan alternatif perjalanan yang lebih cepat dan efisien, terutama bagi penumpang yang memiliki kebutuhan mobilitas tinggi.
“Kehadiran penerbangan perintis ini sangat membantu, terutama dalam hal efisiensi waktu. Ini menjadi pilihan penting bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin bepergian dengan cepat,” ujar Albina, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, akses transportasi yang lebih singkat akan berdampak positif terhadap berbagai sektor, termasuk pariwisata dan perekonomian daerah.
“Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, tentu akan memudahkan wisatawan untuk datang dan pergi dari Sabang. Ini menjadi nilai tambah bagi daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Operasional Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Maimun Saleh Sabang, Imam Maulana, menjelaskan bahwa perjalanan udara dari Sabang menuju Banda Aceh hanya memakan waktu sekitar 15 menit.
“Dengan menggunakan pesawat, waktu tempuh hanya sekitar 15 menit. Ini jauh lebih cepat dibandingkan menggunakan kapal laut,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, perjalanan menggunakan kapal cepat menuju Pelabuhan Ulee Lheue membutuhkan waktu sekitar 45 menit, ditambah perjalanan darat ke Bandara Sultan Iskandar Muda sekitar 30 menit.
Dengan demikian, total perjalanan melalui jalur laut dan darat bisa mencapai lebih dari satu jam, sementara penerbangan perintis mampu memangkas waktu secara signifikan.
DPRK Sabang berharap layanan ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan, sehingga konektivitas wilayah semakin baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap layanan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambah Albina.
Selain efisiensi waktu, tarif penerbangan yang relatif terjangkau juga dinilai menjadi faktor penting agar layanan ini dapat diakses oleh berbagai kalangan.
Dengan hadirnya penerbangan perintis, mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan seperti Sabang diharapkan semakin mudah, sekaligus memperkuat daya tarik daerah sebagai destinasi wisata unggulan.






















































Leave a Review