Ratusan Nakes dan THL RSUD CND Meulaboh Datangi Gedung DPRK Aceh Barat, Ada Apa?

Katacyber.com | Meulaboh – Ratusan tenaga kesehatan (Nakes) dan tenaga harian lepas (THL) dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh, menggelar aksi tuntutan terhadap kepastian status mereka yang sudah bekerja bertahun-tahun namun belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Barat. .

Aksi tuntutan tersebut dihadiri ratusan tenaga kesehatan yang berlangsung di Aula gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat pada, Kamis (16/1/25).

Dengan penuh semangat, mereka berharap kejelasan atas masa depan yang sudah lama di perjuangkan.

Foto: Tenaga medis RSUD CND Meulaboh, Indra (Doc/Ist)

Salah satu peserta yang hadir pada kegiatan tersebut Indra mengatakan tujuan utama mereka datang ke DPRK untuk mengadukan nasibnya yang disampaikan melalui anggota DPRK setempat.

“Tujuan kami di sini untuk menuntut hak kami ke pemerintah dalam hal ini BKPSDM melalui DPRK untuk mendapatkan pemutihan, hal ini juga kami lakukan untuk mengikuti tes PPPK. Kehadiran kami kesini juga berdasarkan kebutuhan orang banyak, karena tenaga kesehatan yang di rumah sakit rumah sakit Cut Nyak Dhien sendiri ada yang sudah lama sekali mengabdi, ada yang 18 sampai 20 tahun bekerja namun belum ada kepastian terkait tenaga kerja yang sudah menjadi PPPK maupun PNS,” jelasnya.

Indra menilai, bahwa pemerintah daerah khususnya pihak terkait kurang memperhatikan nasib para THL dan tenaga medis yang sudah puluhan tahun bekerja.

“Kami menilai kami ini kurang diperhatikan sama pemerintah ataupun dinas terkait, sehingga kami tidak mendapatkan regulasi yang baik untuk mengikuti PPPK ataupun PNS seperti kawan-kawan yang lain. Baik dari tenaga teknis maupun di medis, itu yang kami pertanyakan kenapa dan salahnya kenapa sehingga kami tidak diprioritaskan,” tuturnya dengan penuh harapan.

Ia menambahkan, bahkan beberapa waktu lalu ada yang baru setahun ikut tes PPPK namun sudah diloloskan, bagaimana dengan nasip kami yang sudah beberapa tahun bekerja bahkan ada yang belasan dan puluhan tahun bekerja namun masih menjadi THL.

“Tadi pihak dewan dan BKPSDM sudah menjanjikan kepada kami, bahwa mereka akan menuntaskan permasalahan ini. Jadi kami untuk sementara cuman menunggu, menanti keputusan dan hasil dalam beberapa bulan ini, kami berharap dengan waktu cepat ada hasil yang positif kami terima,” ucapnya.

Indra menegaskan, jika tuntutan mereka tidak terpenuhi dan tidak mendapatkan hasil maksimal, pihaknya akan mendatangi gedung DPRK ataupun pemerintah daerah.

“Jika keinginan kami ini tidak diterima atau tidak ditindak lanjuti, akan kami mempertanyakan kembali dan kami akan datang kembali ke DPRK dan pemerintah untuk menuntut apa yang sudah dijanjikan kepada kami terutama kepada pemerintah terkait,” tegasnya.

Sebenarnya, kata Indra, hal-hal semacam ini sebenarnya bukan pertama kali kita hadapi namun sudah beberapa kali akan tetapi hasilnya sampai sekarang masih menjadi tanda tanya.

“Seringkali kami diberikan janji manis oleh pihak dinas terkait, akan tetapi dari waktu ke waktu bahkan dari tahun ke tahun tidak ada hasil yang dapat diterima dan dipercaya. Kami sangat berharap semoga ini menjadi akhir kami untuk menyampaikan aspirasi dan mendapat hasil sesuai harapan,” pungkasnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi