Katacyber.com | Simeulue – Buntut kegiatan puluhan guru besar yang dijadikan program kolaborasi pembangunan pendidikan Aceh oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh menuawai sotoran dari aktivis asal Simeulue bernama Alwan Samri.
Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Mudi Perjuangan Aceh (AMMPA) Simeulue, Alwan Samri menilai Kepala Dinas Pendidikan Aceh saat ini cenderung tidak serius membenahi pendidikan di daerah, terutama di Simeulue.
“Saya melihat belum ada kontribusi atau kinerja konkret dari kadisdik Aceh dalam meningkatkan pendidikan di Simeulue, sehingga kita masyarakat Simeulue ingim menantang kenirjanya (Kadisdik Aceh) di wilayah pulau yang kaya potensi ini” ujar Alwan, Kamis (21/05/2026).
Menurutnya, ada banyak sekolah terlantar dan fasilitas yang tak layak di Simeulue, termasuk mutu pendidikan yang masih jauh dari daerah lainnya.
“Pemerintah Aceh dari dulu hingga sekarang selalu meninjau, tetapi tidak ada bukti nyata dalam bekerja. Potret pendidikan Simeulue seperti anak tiri, Pemerintah Aceh asik sendiri mambangun narasi perbaikan pendidikan Aceh. Tinjau sana, tinjau sini, entah apa yang ditinjau Pemerintah Aceh” tegas Alwan.
Kini, Kabupaten Simeulue masih tergolong sebagai daerah yang butuh pehatian khusus, baik dari faktor geopolitik, ekonomi maupun pendidikan. Sehingga Pemerintah Aceh butuh strategi khusus untuk meningkatkan harkat dan martabat generasi Simeulue berbasis pendidikan.
“Saya menilai, kepemimpinan Kadisdik Aceh ini tak paham akar masalah pendidikan di Aceh, apa lagi di Simeulue, untuk itu saya siap pasang badan untuk tunjukan solusi agar Kadisdik Aceh dapat memahami aspirasi masyarakat, terutama di sektor pendidikan” tutup Alwan.
























































Leave a Review