Katacyber.com ǀ Jakarta – Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) dukung kebijakan Kementerian Pertanian RI (Kementan RI) untuk menerapkan kebijakan beras satu harga nasional.
Kepada Suara Pantau, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK), Nuris Eka menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk keberpihakan terhadap rakyat.
Nuris Eka menilai Kebijakan ini sangat revolusioner.
“Menghapus disparitas harga yang selama ini memberatkan masyarakat di wilayah terpencil, sekaligus menyederhanakan distribusi pangan nasional,” terangnya.
Nuris Eka menyebut kebijakan ini sangat strategis.
Nuris Eka menyatakan dukungan penuhnya terhadap kebijakan yang dinilai berpihak pada rakyat kecil tersebut.
Menurutnya, langkah pemerintah ini adalah manifestasi nyata dari sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kami di DPP GMPK mendukung penuh wacana Beras Satu Harga yang akan diimplementasikan pada 2026 ini,” ungkapnya.
“Hal Ini adalah terobosan yang ditunggu-tunggu agar saudara kita di pelosok Papua, Maluku, hingga pedalaman Kalimantan tidak lagi membeli beras dengan harga yang jauh lebih mahal dibanding di Pulau Jawa,” tegas Nuris Eka dalam keterangan tertulisnya hari ini.
Nuris Eka secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, atas kepemimpinannya yang progresif dalam mentransformasi sektor pertanian.
Ia menilai Menteri Amran berhasil membawa visi besar yang mampu menstabilkan harga pangan di tengah tantangan iklim global.
Lebih lanjut, kader GMPK tersebut juga memberikan apresiasi khusus kepada Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.
Nuris menilai Sudaryono telah memainkan peran kunci dalam menyukseskan program peningkatan produksi nasional sehingga Indonesia mampu mencapai surplus beras yang signifikan.
“Kami mengapresiasi kinerja luar biasa Menteri Amran dan juga Sudaryono selaku Wamentan. Kolaborasi kepemimpinan mereka telah terbukti berhasil membawa Indonesia pada kondisi surplus beras, dan memastikan ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
“Keberhasilan ini adalah modal utama bagi kita untuk berani menerapkan kebijakan satu harga secara nasional,” tambah Nuris.
Optimisme tersebut didukung oleh data fundamental yang sangat kuat pada awal tahun 2026 ini.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total stok beras nasional di awal Januari 2026 mencapai 12,53 juta ton.
Angka ini mencatatkan rekor sebagai stok awal tahun tertinggi dalam sejarah, yang tersebar di gudang Bulog, rumah tangga, serta industri penggilingan.
Pemerintah juga telah menetapkan target produksi beras nasional tahun 2026 sebesar 34,77 juta ton.
Guna memperkuat stabilitas, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ditingkatkan menjadi 4 juta ton, naik signifikan dari target tahun sebelumnya yang berada di angka 3 juta ton.
Kekuatan stok inilah yang menjadi fondasi bagi pemerintah untuk menghapus kategori beras medium dan premium, lalu menggantinya dengan satu kategori tunggal yaitu Beras Reguler.
Dalam skema Beras Satu Harga 2026, pemerintah tidak hanya mengandalkan stok, tetapi juga melakukan intervensi distribusi.
Biaya logistik ke wilayah-wilayah sulit akan disubsidi melalui anggaran negara agar harga di tingkat konsumen tetap sama (satu harga).
Sebagai bagian dari penguatan operasional, pemerintah telah menyetujui kenaikan margin fee atau keuntungan bagi Bulog menjadi 7%.
Langkah ini diambil agar Bulog memiliki fleksibilitas dan kekuatan finansial yang cukup dalam menjalankan misi stabilisasi harga hingga ke tingkat pasar desa.
Sebagai masa transisi sebelum kebijakan satu harga berlaku penuh di seluruh titik distribusi, pemerintah juga memperpanjang penyaluran Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) hingga akhir Januari 2026.
Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada gejolak harga selama proses sinkronisasi regulasi baru berlangsung.
“Dengan kepemimpinan Mentan Amran dan Wamentan Sudaryono yang fokus pada hasil, kami yakin tahun 2026 akan menjadi tahun kebangkitan pangan Indonesia. Surplus beras yang ada saat ini harus kita kawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan melalui kebijakan Beras Satu Harga ini,” pungkas Nuris Eka.
“DPP GMPK Siap menjadi agen kontributor intelektual kesuksesan Pertanian Indonesia, dan berharap Amran – Sudaryono melanjutkan kesuksesan swasembada beras untuk mensukseskan ketahanan pengan nasional pemerintahan Prabowo Gibran ” pungkasnya.























































Leave a Review