Katacyber.com | Kayuagung, OKI – Pasar Kayuagung, OKI, yang seharusnya menjadi contoh bagi pasar-pasar tradisional lainnya di kabupaten tersebut, terlihat semrawut dan tidak tertata. Kurangnya pengawasan dari pengelola pasar dan tidak adanya ketegasan dalam mengatur pedagang menjadi penyebab utama kondisi ini.
“Banyak pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya, membuat pasar semakin semrawut. Pedagang yang berjualan di zona hijau juga menjadi perhatian, karena dapat merusak tanaman dan menjadi contoh bagi pedagang lain.” ujar masyarakat yang melapor ke seketariat DPD APPSI OKI, (24/07/2025).
Selain itu, banyak pedagang buah yang menggelar dagangan di luar pasar. Mereka adalah pedagang yang dulunya berjualan di dalam pasar, namun karena kondisi pasar yang semakin sepi, mereka memutuskan untuk berjualan di luar pasar.
Ketua DPD APPSI OKI, Yarlis mengatakan, kondisi yang paling menyolok adalah banyaknya pedagang sayur dan pedagang lainnya yang berjualan di bahu jalan, mengakibatkan akses jalan bagi kendaraan menjadi terganggu dan sering terjadi kemacetan.
Selain permasalahan tata kelola pasar, banyak kios-kios yang baru tidak maksimal digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa pihak pengelola tidak memahami keinginan dan kebutuhan pedagang pasar.
“Dalam hal ini, peran APPSI sebagai organisasi pedagang sangat penting. APPSI dapat memberikan kontribusi dan masukan sehingga setiap kegiatan revitalisasi pasar dan rehab pasar dapat bermanfaat dan maksimal digunakan oleh pedagang.” kata Yarlis
Terkait hal tersebut, diperlukan dialog dan komunikasi yang efektif antara pihak pengelola pasar, pedagang pasar, dan APPSI.
“Pengelola pasar diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memberikan solusi yang lebih tepat untuk pedagang pasar.” tutupnya.





















































Leave a Review