Dinas PUPR Aceh Barat Latih 50 Tenaga Terampil Konstruksi, Dorong SDM Lokal Bersertifikat Nasional

Foto: Dinas PUPR Aceh Barat Latih 50 Tenaga Terampil Konstruksi, Senin (8/12/2025). (Doc/Ist)

Katacyber.com | Meulaboh — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat kembali memperkuat sektor pembangunan daerah melalui penyelenggaraan Pelatihan Tenaga Terampil Konstruksi Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas PUPR Aceh Barat, Senin (8/12/2025), ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Fadly Octora, ST.

Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan satu hari penuh tersebut. Para peserta merupakan tenaga konstruksi dari berbagai jenis keahlian, baik mandor, teknisi lapangan, maupun pekerja penyedia jasa konstruksi. Selama pelatihan, peserta dibimbing langsung oleh tenaga profesional serta tim asesor dari LSP Gatensi Karya Konstruksi, lembaga resmi yang memiliki kompetensi di bidang sertifikasi tenaga konstruksi nasional.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan implementasi kewenangan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2025 terkait pelatihan dan penyelenggaraan jasa konstruksi.

“Pembangunan infrastruktur yang berkualitas tidak hanya bergantung pada peralatan kerja, tetapi sangat ditentukan oleh kemampuan dan keterampilan tenaga kerja di lapangan. Karena itu, sertifikasi dan pelatihan seperti ini menjadi keharusan dan kebutuhan utama,” ujar Fadly.

Ia menambahkan bahwa setiap tenaga kerja wajib memiliki sertifikat kompetensi sebagai bentuk pengakuan hukum dan profesionalitas pekerjaan konstruksi. Sertifikat tersebut juga menjadi standar kelayakan pekerja dalam pembangunan infrastruktur agar mutu pekerjaan terjamin, serta mengurangi risiko kegagalan konstruksi yang dapat membahayakan masyarakat.

Lebih lanjut, Fadly menegaskan bahwa Pemerintah Aceh Barat terus berkomitmen memperkuat kapasitas SDM jasa konstruksi melalui pelatihan berkelanjutan. Tujuannya, agar para pekerja memiliki kemampuan bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga dalam persaingan global.

“Kita ingin tenaga kerja lokal mampu disejajarkan dengan standar nasional bahkan internasional. Pelatihan ini adalah bentuk investasi jangka panjang demi terwujudnya SDM unggul di Aceh Barat,” tuturnya.

Menurutnya, pelatihan tenaga kontruksi bukan hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia sebagai pilar utama keberhasilan pembangunan daerah.

“Ini bukan hanya investasi proyek, tetapi investasi manusia. Kita ingin pekerja konstruksi di Aceh Barat semakin profesional, memiliki kompetensi terukur, dan mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” harapnya.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap produktivitas sektor jasa konstruksi di Aceh Barat meningkat secara signifikan sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Pelatihan juga diharapkan dapat memperkuat peran tenaga konstruksi lokal dalam proyek daerah sehingga tidak terus bergantung pada tenaga luar daerah. Selain menekan biaya, hal tersebut juga memberi peluang kerja lebih besar bagi masyarakat lokal.

Ke depan, Dinas PUPR Aceh Barat berencana memperluas program pelatihan dan sertifikasi, sehingga semakin banyak pekerja konstruksi bisa mendapatkan pengakuan kemampuan secara legal serta meningkatkan profesionalitas sektor konstruksi di Aceh Barat.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Aceh Barat dapat terus melahirkan tenaga konstruksi yang tangguh, tersertifikasi, dan siap berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur daerah yang maju, merata, dan berkualitas. (GM)

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi