Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Universiti Malaya Sukses Laksanakan International Service Learning Program di Kabupaten Pidie Jaya

Katacyber | Pidie Jaya – Sebagai implementasi dari Implementation Agreement (IA) antara Departemen Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) dan Departemen Geografi, Fakulti Sastera dan Sains Sosial, Universiti Malaya (UM), kedua institusi berhasil menyelenggarakan International Service Learning Program pada Kamis–Jumat, 23–24 Juli 2026, di Gampong Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kedua institusi dalam mengimplementasikan kerja sama internasional melalui pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan kolaboratif. Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK serta Departemen Geografi Universiti Malaya yang bekerja bersama masyarakat setempat untuk memperkuat kapasitas komunitas dalam menghadapi berbagai tantangan pasca bencana

International Service Learning Program tahun ini difokuskan pada pemulihan masyarakat pascabencana melalui pendekatan yang holistik dan partisipatif. Berbagai kegiatan dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari penyembuhan trauma (trauma healing) bagi anak-anak, pendidikan kebencanaan, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat sebagai upaya meningkatkan ketangguhan komunitas dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Pada kegiatan trauma healing, tim pengabdian melaksanakan berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif bagi anak-anak, seperti permainan edukasi, seni, serta kegiatan interaktif yang bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai kesiapsiagaan bencana melalui simulasi sederhana, pengenalan potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta langkah-langkah penyelamatan diri ketika terjadi bencana.
Dalam aspek pelestarian lingkungan, kegiatan difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Sementara itu, program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui diskusi, pendampingan, dan berbagi pengetahuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam membangun ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Ketua Departemen Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala Dr. Daska Azis, S.Pd, MA menyampaikan bahwa pelaksanaan International Service Learning Program merupakan implementasi konkret dari kerja sama internasional yang telah dibangun bersama Universiti Malaya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan akademik kedua institusi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.
“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kerja sama internasional tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda kolaborasi rutin antara Universitas Syiah Kuala dan Universiti Malaya,” ujarnya.

Ketua Jabatan Departemen Geografi, Fakulti Sastera dan Sains Sosial Universiti Malaya Profesor Madya Dr. Mariney Mohd Yusoff juga mengapresiasi sinergi yang terjalin selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, International Service Learning Program memberikan pengalaman belajar lintas budaya yang sangat berharga bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat jejaring akademik antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang geografi, kebencanaan, dan pembangunan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari kedua universitas memperoleh pengalaman langsung dalam mengaplikasikan ilmu geografi untuk menjawab permasalahan nyata di masyarakat. Interaksi dengan masyarakat lokal juga menjadi sarana pembelajaran yang memperkaya kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi lintas budaya, serta kepekaan terhadap isu-isu kemanusiaan dan lingkungan.
Pelaksanaan International Service Learning Program di Gampong Dayah Usen menjadi tonggak penting dalam implementasi Implementation Agreement antara Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Departemen Geografi Universiti Malaya. Ke depan, kedua institusi berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat guna mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi