Katacyber.com | Banda Aceh – Mahasiswa Peduli Dayah bersama Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Laksamana Malahayati UIN Ar-Raniry Banda Aceh kembali menghadirkan ruang diskusi intelektual dan refleksi moral melalui webinar yang digelar secara daring menggunakan Google Meeting pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Webinar ini mengangkat tema “Nilai Kemanusiaan dan Nilai Moral dalam Organisasi” sebagai bentuk kegelisahan sekaligus kepedulian terhadap arah gerak organisasi mahasiswa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan gagasan antara aktivis mahasiswa, kader organisasi, dan generasi muda untuk kembali meneguhkan pentingnya nilai kemanusiaan, adab, serta moralitas dalam membangun organisasi yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pengabdian. Di tengah maraknya budaya organisasi yang terkadang kehilangan rasa empati dan nilai penghormatan terhadap sesama kader, webinar ini hadir sebagai pengingat bahwa organisasi bukan hanya tempat belajar memimpin, tetapi juga tempat belajar memanusiakan manusia.
Acara webinar menghadirkan Sahabati Laura Natalia Tatiratu sebagai pemateri pertama. Dalam materinya yang berjudul “Cara dan Tips Menjadi Kader yang Baik dan Benar serta Menjalankan Fungsi Motto Dzikir, Fikir, dan Amal Shaleh”, beliau menegaskan bahwa seorang kader tidak cukup hanya aktif secara struktural, tetapi juga harus memiliki kekuatan spiritual, intelektual, dan sosial dalam setiap langkah perjuangannya.
Menurutnya, motto Dzikir, Fikir, dan Amal Shaleh bukan sekadar slogan organisasi, melainkan fondasi utama dalam membentuk karakter kader PMII yang mampu berpikir kritis namun tetap santun, berani bersuara namun tetap beradab, serta aktif bergerak tanpa kehilangan nilai ketulusan dalam pengabdian. Ia juga menyinggung bahwa krisis terbesar organisasi hari ini bukan sekadar minimnya kader, tetapi mulai pudarnya rasa kemanusiaan dan moralitas dalam membangun hubungan antaranggota.
Sementara itu, pemateri kedua, Sahabat Muhammad Ghafa Annabil Yushida, menyampaikan materi bertajuk “Cara Melayani Anggota dalam Konteks Nilai Moral Organisasi”. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa jabatan dalam organisasi bukanlah alat untuk dihormati secara berlebihan, melainkan amanah untuk melayani dan mengayomi anggota.
Ia mengingatkan bahwa organisasi akan kehilangan ruh perjuangannya ketika para pemimpin lebih sibuk menjaga ego dibanding menjaga kadernya. Menurutnya, kepemimpinan yang sehat lahir dari sikap rendah hati, kemampuan mendengar, serta keberanian untuk hadir bersama anggota bukan hanya ketika dibutuhkan tenaga, tetapi juga ketika anggota membutuhkan ruang didengar dan dihargai sebagai manusia.
Webinar ini dipandu langsung oleh moderator Sahabat Muhammad Afif Irvandi El Tahiry yang mengarahkan jalannya diskusi dengan penuh ketenangan dan ketajaman. Suasana webinar berlangsung hangat, kritis, namun tetap sejuk, mencerminkan semangat intelektual yang dibangun atas dasar persaudaraan dan nilai moral.
Turut hadir dalam kegiatan ini Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama Sahabat Arri Naza, perwakilan PKC PMII Aceh Sahabat Ahmad Lutfan, serta seluruh tamu undangan dan peserta webinar yang turut memberikan antusiasme dalam jalannya kegiatan.
Melalui webinar ini, Mahasiswa Peduli Dayah dan PMII Rayon Laksamana Malahayati berharap lahir kesadaran bersama bahwa organisasi sejatinya bukan tempat mempertontonkan kuasa, melainkan ruang untuk merawat nilai kemanusiaan, memperkuat moral perjuangan, dan menumbuhkan kader-kader yang memiliki keberanian berpikir sekaligus kelembutan hati.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta diajak untuk kembali merefleksikan bahwa sebesar apa pun organisasi dibangun, semuanya akan kehilangan makna apabila tidak lagi mampu menjaga nilai kemanusiaan di dalamnya.
Sebab organisasi yang besar bukan hanya organisasi yang memiliki banyak kader, tetapi organisasi yang mampu menjaga adab, menghormati manusia, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.
























































Leave a Review