Di Balik Setiap Perkara yang Selesai, Ada Seksi V yang Tak Pernah Berhenti Bekerja

Tidak banyak yang tahu bahwa di balik setiap sengketa tanah yang berhasil diselesaikan di Kota Banda Aceh, ada sekelompok aparatur yang bekerja keras, turun ke lapangan tanpa kenal waktu, dan menghadapi kerasnya realita di luar dinding kantor demi satu hal: kepastian hukum bagi masyarakat.


Banda Aceh, 19 Mei 2026 | Humas Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh

Katacyber.com, Banda Aceh – Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh memiliki banyak seksi yang bekerja di balik layar untuk menghadirkan kepastian hukum pertanahan bagi masyarakat. Namun ada satu seksi yang tugasnya boleh dikatakan paling berat dan paling langsung bersinggungan dengan konflik nyata di lapangan: Seksi V, Seksi Penanganan Sengketa, Konflik, dan Perkara. Di bawah kepemimpinan Mila Hayati, seksi ini bergerak tiada henti — menengahi sengketa, mendampingi proses peradilan, dan menghadirkan suara pertanahan di setiap forum yang membutuhkan kepastian data.

Pekerjaan Seksi V bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan di balik meja. Ia menuntut keberanian untuk turun ke lapangan, kesabaran untuk mendengarkan dua pihak yang berseteru, ketajaman analisis untuk membaca data yuridis dan fisik yang kompleks, serta stamina untuk terus bergerak bahkan ketika kondisi di lapangan tidak selalu bersahabat.

Perempuan Tangguh di Pucuk Komando

Mila Hayati memimpin Seksi V bukan dengan gaya komando dari balik kursi. Ia adalah pemimpin yang hadir — yang memahami seluk-beluk setiap perkara yang ditangani timnya, yang mengetahui dinamika lapangan bukan hanya dari laporan tertulis, tetapi dari pengalaman langsung. Di bawah arahannya, Seksi V bekerja dengan standar yang tidak mengenal kompromi: setiap data harus akurat, setiap langkah harus berdasarkan hukum, dan setiap penanganan harus berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kepemimpinan Mila Hayati menjadi contoh nyata bahwa profesionalisme pertanahan tidak mengenal batas gender. Di wilayah kerja yang kerap berhadapan langsung dengan tekanan, konflik, dan dinamika sosial yang tidak mudah, ia membuktikan bahwa ketegasan dan empati bisa berjalan beriringan dalam satu gaya kepemimpinan.

Ade Mulya dan Defri: Dua Gatotkaca di Lapangan

Jika Seksi V adalah benteng pertahanan kepastian hukum pertanahan di Kota Banda Aceh, maka Ade Mulya dan Defri adalah dua pilar yang menopangnya di garis terdepan. Keduanya adalah staf lapangan yang sudah tidak asing lagi dengan medan yang tidak mudah — mulai dari lokasi sengketa di sudut-sudut kota yang sulit dijangkau, hingga forum persidangan yang menuntut data yang presisi dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Pada Pemeriksaan Setempat perkara kewarisan Nomor 24/Pdt.G/2026/MS.Bna di Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Selasa 19 Mei 2026, keduanya kembali menunjukkan dedikasi itu. Bersama petugas ukur, Ade Mulya dan Defri hadir mendampingi jalannya pemeriksaan — memastikan data pertanahan yang dibutuhkan majelis hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh tersedia dengan akurat, lengkap, dan tepat waktu.

Bagi keduanya, hari itu bukan hari luar biasa. Itu adalah hari kerja biasa — dan itulah yang justru membuatnya istimewa. Karena konsistensi dalam pengabdian jauh lebih bernilai daripada heroisme sesaat.

Sengketa Tanah: Medan yang Tidak Pernah Mudah

Sengketa pertanahan adalah salah satu jenis perkara yang paling kompleks dan paling berdampak emosional bagi para pihak yang terlibat. Di baliknya selalu ada kisah manusia: warisan yang diperebutkan, batas tanah yang dipersengketakan, atau hak yang merasa diabaikan selama bertahun-tahun. Ketika Seksi V masuk ke sebuah perkara, mereka tidak hanya berhadapan dengan angka luas tanah atau koordinat batas bidang — mereka berhadapan dengan harapan dan kekecewaan orang-orang yang menggantungkan nasibnya pada keputusan hukum.

Itulah mengapa pekerjaan ini membutuhkan lebih dari sekadar kompetensi teknis. Ia membutuhkan kecakapan komunikasi untuk menjembatani pihak-pihak yang berseteru, ketangguhan mental untuk tetap objektif di tengah tekanan, dan integritas yang tidak tergoyahkan untuk tidak berpihak di luar koridor hukum yang berlaku.

Dedikasi yang Layak Mendapat Pengakuan

Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh mengakui dan mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran Seksi V. Pekerjaan mereka sering tidak terlihat oleh publik — tidak ada seremonial penyerahan dokumen, tidak ada foto di depan loket, dan tidak ada momen pelepasan yang bisa diabadikan. Yang ada hanyalah hasil: sengketa yang terselesaikan, data yang valid untuk persidangan, dan masyarakat yang akhirnya mendapatkan kepastian hukum atas tanah yang mereka perjuangkan.

Dan justru itulah ukuran keberhasilan yang paling jujur. Bukan tepuk tangan yang keras, tetapi ketenangan yang hadir di wajah masyarakat ketika perkaranya selesai — berkat kerja keras orang-orang seperti Mila Hayati, Ade Mulya, Defri, dan seluruh staf Seksi V yang bekerja tanpa henti di balik setiap perkara yang berhasil diselesaikan.

“Konsistensi dalam pengabdian jauh lebih bernilai daripada heroisme sesaat. Itulah yang membuat Seksi V Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh istimewa.”

— Humas Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh

Narahubung: Humas Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh

Editor: Angga Roynanda

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi