Katacyber.com | Sabang – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sabang menindak tegas pihak-pihak yang masih membuang sampah ke laut, setelah diketahui sebanyak 2,5 ton sampah berhasil diangkut dari kawasan Teluk Sabang hanya dalam dua hari.
Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arahman, menilai jumlah tersebut cukup mengkhawatirkan dan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat serta pelaku usaha terhadap kebersihan lingkungan masih rendah.
“Ini bukan lagi soal kebersihan biasa, tetapi sudah menyangkut citra kota wisata. DPRK mendesak DLHK menegakkan aturan dengan tegas bagi siapa pun yang terbukti membuang sampah ke laut,” tegas Albina, Jumat (12/9/2025).
Menurutnya, penumpukan sampah laut tidak hanya mengganggu ekosistem pesisir tetapi juga merusak estetika kawasan wisata bahari yang menjadi daya tarik utama Sabang. Karena itu, DPRK mendorong Pemko Sabang untuk meningkatkan patroli lingkungan dan memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum di wilayah perairan.
“Kawasan Teluk Sabang, apalagi di sekitar Menara Merah Putih, adalah wajah depan kota ini. Bila kawasan itu dipenuhi sampah, tentu akan mencoreng reputasi Sabang sebagai destinasi wisata berkelanjutan,” ujarnya.
Albina juga menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan bagi masyarakat dan pelaku usaha, terutama sektor perikanan dan kuliner, agar tidak membuang limbah plastik ke laut. DPRK, kata dia, siap mendukung anggaran tambahan untuk kegiatan sosialisasi dan pengawasan berbasis komunitas lingkungan di setiap gampong pesisir.
“Kami ingin pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab DLHK, tapi juga menjadi gerakan sosial bersama. DPRK akan mengawal agar kebijakan kebersihan mendapat prioritas anggaran yang memadai,” tambahnya.
Sebelumnya, DLHK Sabang mengangkut 1 ton sampah pada hari pertama dan 1,5 ton pada hari kedua dari kawasan Teluk Sabang. Sebagian besar sampah berupa plastik bekas kemasan es batu dan sampah campuran lainnya.
DPRK Sabang menilai kegiatan tersebut patut diapresiasi, namun menegaskan bahwa upaya jangka panjang harus fokus pada penegakan hukum dan perubahan perilaku masyarakat, bukan hanya pembersihan rutin.
“Membersihkan itu penting, tapi mencegah jauh lebih krusial. Kita ingin Sabang benar-benar bebas dari sampah laut, karena kebersihan adalah bagian dari masa depan pariwisata kita,” tutup Albina.






















































Leave a Review