Katacyber.com | Blangpidie – Kegiatan World CleanUp Day (WCD) Aceh 2025 berlangsung sukses di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Acara yang dipusatkan di Desa Padang Panjang, Kecamatan Susoh ini dihadiri Wakil Bupati Abdya Zaman Akli bersama unsur Forkopimda, perwakilan OKP, ormas, relawan, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat sekitar, Sabtu (20/09/2025).
Rangkaian WCD di Abdya digelar sejak 19 hingga 21 September, diawali dengan penanaman 1.000 pohon mangrove, ketapang, dan cemara di muara sungai Desa Padang Panjang. Pada hari kedua, ribuan peserta ikut aksi bersih pantai, sementara DLHK Aceh memberikan sosialisasi cara memilah sampah. Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon dan aksi pungut sampah di Pulau Pusong.
Al Hafidh Rahman Selaku leader Wcd Abdya menyampaikan banyak terimakasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Aceh, Tim WCD Aceh, pemerintah kabupaten Abdya, seluruh Masyarakat, Relawan lingkungan stakeholder terkait dan seluruh Sponsor yang sudah ikut berpartisipasi penuh dalam mewujudkan kesuksesan Kegiatan World cleanup day Aceh 2025 di Aceh Barat Daya.Semoga kegiatan ini selalu menjadi kegiatan prioritas yang harus di lakukan kedepan untuk terus menjaga lingkungan yang Asri dan bersih dari sampah.
Adapun sampah yang terkumpul di dalam Kegiatan tersebut berjumlah 2.036 Kg (2 ton),
Setelah di lakukan pemilihan panitia mendapatkan beberapa jenis sampah yaitu Residu 1.539 Kg (1,5 Ton) Anorganik 136 Kg,organic 287 Kg dan B3 52Kg. Sampah di pulau gosong yang terkumpul Anorganik 30kg.
Wabup Zaman Akli dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa gerakan gotong royong menjaga lingkungan bukanlah seremonial semata, melainkan langkah nyata menyelamatkan bumi. “Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha harus berjalan bersama dalam menjawab persoalan lingkungan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perkim LH Abdya, Armayadi, menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. “Sampah bisa menjadi sumber bencana dan penyakit. Karena itu, mari kita biasakan memilah sampah sejak dari rumah,” pungkasnya.























































Leave a Review