Tolak Pacuan Kuda yang Digelar dalam Waktu Dekat, Junaifi Bintang: Kami Butuh Perbaikan Infrastruktur yang Mendesak

Katacyber.com | Takengon – Pagelaran Pacuan Kuda yang direncanakan Pemerintah Aceh Tengah melalui Dinas Pariwisata Aceh Tengah masih menemui jalan terjal karena mendapat penolakan dari berbagai kalangan.

Kegiatan yang direncanakan digelar sebelum lebaran Idul Adha tahun ini dinilai kurang tepat karena masih banyak hal urgen yang seharusnya didahulukan oleh pemerintah daerah.

Namun dalam hal pro kontra bupati Aceh Tengah menyarankan agar Dinas Pariwisata untuk membuka publik hearing sebagai ruang masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

Junaifi Bintang menilai publik hearing hanya membenturkan pihak yang pro dan kontra hal tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin.

“Bertanya kepada manusia kerap berdusta, bertanya kepada alam tidak akan berbohong. Panang Sareh iengon nyata” ujar Junaifi, Kamis (16/04/2026).

Dia berpandangan, kepada bupati Aceh Tengah bahwa bintang saat ini tidak butuh healing-healingan karena kegiatan trauma healing sudah banyak diisi oleh kalangan relawan dalam edisi tanggap darurat yang lalu.

“Untuk saat ini kami dikecamatan bintang butuh perbaikan infrastruktur yang bersifat mendesak seperti jembatan jalan utama jalan Takengon-Bintang tepatnya di Desa Kala Segi, jembatan jalan Bintang-Serule,tepatnya di Tetak dan  Jamur Konyel dengan kondisi tidak memungkinkan dilintasi ramai-ramai oleh masyarakat untuk menonton Pacuan Kuda karena sangat membahayakan keselamatan.”

Dia melanjutkan, disisi lain jembatan perkebunan Kemenyen Puntung, normalisasi sungai, normalisasi aliran air bekas longsor, disektor perkebunan masyarakat Bintang butuh perbaikan jalan perkebunan diseluruh Bintang.

“Bibit kopi, alpukat dll. Disektor pertanian masyarakat bintang butuh perbaikan irigasi, bibit palawija bawang, cabe, kentang, jagung. Kemudian perbaikan sumber air bersih dan masih banyak yang lainya lagi.” Katanya.

Dia menegaskan, beberapa kebutuhan mendasar di atas seyogyanya dapat dipercepat demi pemulihan perekonomian masyarakat Bintang.

“Kami yakin Pemerintah daerah Aceh Tengah memiliki anggaran untuk itu, sebagaimana telah tampak dimata publik bahwa untuk Pacuan Kuda saja Dianggarkan 480 juta.” tegas Junaifi.

Selanjutnya,sebagai pemuda dari kampung Bintang, dia menyatakan penolakan Pacuan Kuda digelar dalam waktu dekat sampai akses lintasan Takengon-Bintang Bintang-Serule aman dilintasi secara ramai oleh masyarakat.

“sebagaimana slogan yang sering kita dengar utamakan keselamatan dalam bekerja maka dalam ini kami juga memberikan slogan utamakan keselamatan sebelum healing.” tutupnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi