Katacyber.com | Gayo Lues – Di balik perbukitan dan akses jalan yang tidak mudah, Kecamatan Tripe Jaya masih menyimpan cerita tentang ketabahan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana. Di desa-desa seperti Desa Pasir dan Desa Uyem Beriring, jejak bencana masih terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari warga, Sabtu (26/12/2025).
Aktivitas masyarakat belum sepenuhnya pulih. Sebagian rumah mengalami kerusakan, lahan pertanian terganggu, dan roda ekonomi berjalan tersendat. Sawah yang menjadi tumpuan hidup tak lagi produktif seperti sediakala, sementara akses distribusi hasil kebun masih menghadapi berbagai kendala.
Namun di tengah keterbatasan itu, harapan kembali hadir bersama langkah para relawan kemanusiaan yang menembus medan sulit menuju Tripe Jaya.
Atas nama masyarakat Indonesia, Kitabisa bersama RTIK Aceh dan Gaterbas menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Tripe Jaya, khususnya bagi warga terdampak di Desa Pasir dan Desa Uyem Beriring.
Bantuan ini dihadirkan sebagai upaya meringankan beban warga yang hingga kini masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.
Kedatangan relawan disambut hangat oleh masyarakat. Raut lelah bercampur haru terlihat jelas di wajah warga, namun senyum dan doa tulus mengiringi setiap proses penyaluran bantuan. Bagi masyarakat Pasir dan Uyem Beriring, kehadiran relawan bukan hanya membawa logistik, tetapi juga menghadirkan kepastian bahwa penderitaan mereka tidak diabaikan.

Syahputra Ariga, perwakilan tim Kitabisa, dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa kondisi masyarakat Tripe Jaya masih membutuhkan perhatian serius dan berkelanjutan.
Menurutnya, dampak bencana tidak hanya merusak secara fisik, tetapi juga mengguncang ketahanan ekonomi dan psikologis masyarakat.
“Tripe Jaya adalah wilayah dengan masyarakat yang sangat bergantung pada alam. Ketika bencana datang, bukan hanya rumah yang terdampak, tetapi juga sawah, kebun, dan sumber penghidupan. Di Desa Pasir dan Uyem Beriring, banyak warga yang kini bertahan dengan apa yang ada. Bantuan ini kami harapkan bisa menjadi penopang sementara agar masyarakat tetap kuat dan tidak kehilangan harapan,” ujar Syahputra Ariga.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Kitabisa bersama jejaring relawan merupakan amanah dari para donatur di seluruh Indonesia. Setiap bantuan yang disalurkan membawa pesan solidaritas dan kepedulian dari masyarakat luas untuk warga Tripe Jaya.
“Ini bukan sekadar penyaluran bantuan. Ini adalah pesan bahwa masyarakat Tripe Jaya tidak sendiri. Ada doa, ada harapan, dan ada tangan-tangan yang ingin membantu mereka bangkit,” tambahnya.
Kolaborasi lintas komunitas antara Kitabisa, RTIK Aceh, dan Gaterbas menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama bangsa dalam menghadapi bencana. Di wilayah dengan keterbatasan akses dan medan yang menantang seperti Pasir dan Uyem Beriring, sinergi relawan menjadi kunci agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara langsung dan tepat sasaran.
Warga Tripe Jaya menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, bantuan ini memberikan napas lega dan semangat baru untuk melanjutkan kehidupan. Doa-doa dipanjatkan agar para relawan dan donatur selalu diberi kesehatan serta keberkahan.
Bagi para relawan, sambutan masyarakat menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tidak mengenal jarak dan perbedaan. Datang dari hati, bergerak untuk masyarakat, bangkit bersama dan tumbuh bersama menjadi semangat yang terus dijaga dalam setiap langkah pengabdian.
Dari Desa Pasir dan Desa Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, pesan kemanusiaan kembali ditegaskan: bahwa di saat bencana menguji, solidaritas adalah jawaban. Dan selama kepedulian terus hadir, harapan akan selalu menemukan jalannya.























































Leave a Review