Jembatan Gantung Lhok Malee–Cot Lagan Kembali Direhab, PUPR Aceh Barat Pastikan Akses Warga Woyla Barat Pulih

Foto: Jembatan Gantung Lhok Malee–Cot Lagan Kembali Direhab Dinas PUPR (Doc/Ist)

Katacyber.com | Meulaboh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat kembali melakukan rehabilitasi jembatan gantung penghubung Desa Lhok Malee dan Cot Lagan, Kecamatan Woyla Barat. Jembatan tersebut mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang banjir besar yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada bagian lantai jembatan yang terbuat dari papan, serta jaring pengaman di sisi kiri dan kanan yang nyaris putus dan miring. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara roda dua yang setiap hari melintas.

“Jembatan gantung penghubung Desa Lhok Malee–Cot Lagan ini sebenarnya sudah pernah direhabilitasi pada Maret 2025. Namun akibat banjir besar pada November lalu, lantai dan jaring jembatan kembali mengalami kerusakan sehingga perlu segera ditangani,” ujar Beni, Rabu (18/2/2026).

Ia menyebutkan, dampak kerusakan tersebut sempat mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat di sejumlah desa dalam wilayah Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat. Jembatan ini menjadi akses vital yang menghubungkan warga ke pusat kecamatan, fasilitas pendidikan, serta pasar tradisional.

Setelah dilakukan survei lapangan, tim teknis PUPR langsung melakukan perbaikan pada bagian lantai dengan mengganti papan lama menggunakan papan baru yang lebih kokoh. Selain itu, perbaikan juga difokuskan pada jaring pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan yang nyaris putus dan miring. Penguatan dilakukan melalui pengelasan serta penyesuaian konstruksi agar kembali stabil dan aman saat dilintasi.

Menurut Beni, jembatan gantung tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat pedalaman Woyla Barat. Setiap hari, petani memanfaatkan akses ini untuk mengangkut hasil panen, sementara para pelajar menggunakannya untuk pergi dan pulang sekolah.

Ia menambahkan, proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan standar keamanan konstruksi. Pihaknya juga memastikan pekerjaan dilakukan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terlalu lama terganggu.

Selain perbaikan fisik, PUPR Aceh Barat juga melakukan evaluasi terhadap ketahanan konstruksi jembatan menghadapi potensi banjir di masa mendatang. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat wilayah tersebut kerap terdampak luapan sungai saat curah hujan tinggi.

“Harapan kami, setelah rehabilitasi ini selesai, jembatan dapat kembali dilintasi dengan aman dan nyaman. Kami juga mengimbau kepada masyarakat serta tokoh setempat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini, serta tidak melintasi jembatan dengan kendaraan yang melebihi kapasitas beban, agar tidak kembali mengalami kerusakan,” tutup Beni.(*)

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi