Katacyber.com | Aceh Tengah – Aliansi Gayo Merdeka (AGM) mengecam keras sikap Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah yang dinilai mengkhianati komitmen rakyat. Koordinator Lapangan AGM, Fauzan Akbar, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) sekaligus Wasekum Bidang PPD HMI Cabang Takengon-Bener Meriah, menyebut 30 anggota dewan hanya berani berjanji namun absen saat rakyat datang menagih. Senin, (08/09/2025).
“Kesepakatan sudah jelas, DPRK wajib hadir membahas tuntutan di gedung dewan. Tapi kenyataannya forum dipindahkan ke Offroom Pemda, sementara legislatif kabur tanpa jejak. Ini penghinaan terhadap rakyat Aceh Tengah!” tegas Fauzan.
Menurutnya, alasan DPRK yang mengaku tidak mendapat undangan adalah kebohongan yang menyinggung akal sehat. “Benar tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu? Kalau benar tidak tahu, berarti Pemda sengaja mengadu domba rakyat dengan DPRK. Kalau pura-pura tidak tahu, artinya DPRK memang takut menghadapi suara rakyat!” katanya.
Fauzan menuding forum yang digelar hanya menjadi trik eksekutif dan legislatif untuk membungkam aspirasi rakyat. “Kami bukan mahasiswa yang mau didikte dengan kuliah umum. Kami datang menuntut solusi, bukan mendengar omong kosong birokrat,” ujarnya lantang.
AGM menegaskan, jika DPRK terus menghindar, maka rakyat akan turun dengan kekuatan lebih besar. “Kami beri peringatan terakhir: jangan uji kesabaran rakyat. Jika DPRK tetap bersembunyi, tunggu gelombang perlawanan yang lebih besar. Kami akan kepung gedung DPRK, sampai mereka sadar bahwa suara rakyat tidak bisa dipermainkan!” pungkasnya.
























































Leave a Review